Back to home
Malam Sunyi Menunggumu
Ballad

Malam Sunyi Menunggumu

balebatbalebat
0 likes0 plays5:45
Style: 90s Malay slow rock ballad, smooth warm male vocals, soft mellow voice, gentle emotional singing, clear sweet tone, expressive vibrato, slow tempo, melodic electric guitar, long soulful guitar solo, warm bass, classic drums, deeply melancholic romantic mood., male vocal
Learn to sing thisKaraoke with live pitch — get a score on every lineSing →

PRO & Creator Features

Unlock advanced AI features with Pro (Audio2Audio, Voice Clone, Photo Covers, LoRA) or Creator (Variations, Edit Sections, Stem Separation).

Audio2Audio Remix

Pro & Creator

Voice Clone

Pro & Creator

Create Variations

Creator only

Edit Sections

Creator only

Stem Separation

Creator only

Lyrics

▶ Play this song to follow along.

Di kesunyian malam yang dingin

Kusebut namamu dengan berlinang

Masih terasa hangatnya cintamu

Yang kini hilang ditelan waktu

Kau pernah menjadi cahaya

Menerangi gelapnya jiwa

Namun kini tinggal bayangan

Meninggalkan luka dan penyesalan

Masih kusimpan semua kenangan

Saat kau bersandar di pelukanku

Kau bisikkan kata setia

Takkan pernah meninggalkanku

Mengapa kini kau berubah

Seolah cintaku tak berharga

Ke mana janji yang kau ucapkan

Mengapa aku yang kau tinggalkan

Andai kau tahu isi hatiku

Betapa hancur hidup tanpamu

Setiap malam kupeluk sepi

Menahan rindu yang tak bertepi

Teganya dirimu meninggalkanku

Saat seluruh jiwa kuserahkan padamu

Tak pernah terpikir oleh hatiku

Kau tega menghancurkan cinta yang tulus

Kini menangis aku sendiri

Meratapi cinta yang telah pergi

Kau bawa bahagia dalam hidupmu

Sedangkan aku tenggelam dalam pilu

Pernah kucoba melupakanmu

Menghapus semua tentang dirimu

Namun semakin jauh ku melangkah

Semakin dalam luka yang kurasa

Foto dirimu masih kusimpan

Walau menyakitkan untuk kupandang

Ingin kubuang semua kenangan

Namun hatiku tak sanggup melepaskan

Jika memang aku tak berarti

Mengapa dahulu kau memilihku

Jika cintamu hanya sementara

Mengapa kau beri sejuta harapan

Kini kusadari semuanya

Cinta tak selalu berakhir bahagia

Ada hati yang harus terluka

Ada air mata yang jatuh sia-sia

Bila suatu saat kau merindukanku

Ingatlah hati yang pernah kau lukai

Aku yang dahulu selalu menjagamu

Kini berjuang hidup tanpa dirimu

Tak akan kupaksa kau kembali

Meski hatiku belum rela kau pergi

Biarlah Tuhan yang menjadi saksi

Cintaku tulus sampai akhir nanti

Teganya dirimu meninggalkanku

Saat seluruh jiwa kuserahkan padamu

Tak pernah terpikir oleh hatiku

Kau tega menghancurkan cinta yang tulus

Kini menangis aku sendiri

Meratapi cinta yang telah pergi

Kau bawa bahagia dalam hidupmu

Sedangkan aku tenggelam dalam pilu

Pergilah kasih, kejarlah bahagiamu

Takkan kutahan langkah kakimu

Biar kusimpan luka di dada

Sampai akhir hayat kubawa cinta

Jika kelak kita tak berjumpa

Biarlah kenangan menjadi saksi

Pernah ada cinta yang begitu indah

Meski berakhir dengan air mata...

Comments(0)

Sign in to join the conversation.

No comments yet. Be the first to comment!