Back to home
Malam yang Tak Kunjung Berlalu
Pop Rock

Malam yang Tak Kunjung Berlalu

Arul YoungArul Young
0 likes0 plays5:35
Style: Malay pop rock ballad, Nusantara power ballad, slow tempo 66 BPM, emotional male tenor vocal, raw and heartfelt delivery with a slight cry in the chorus, clean electric guitar intro, warm bass and steady drums, rising guitars in the pre-chorus, big powerful chorus with full band and sustained belted notes, weeping electric guitar solo with long bends, half-time vulnerable bridge, soft fading outro, romantic, nostalgic, heartfelt, Indonesian lyrics, clear Indonesian pronunciation. Exclude Styles: female vocal, rap, EDM, electronic, autotune, dangdut, choir, children voice, male vocal
Learn to sing thisKaraoke with live pitch — get a score on every lineSing →

PRO & Creator Features

Unlock advanced AI features with Pro (Audio2Audio, Voice Clone, Photo Covers, LoRA) or Creator (Variations, Edit Sections, Stem Separation).

Audio2Audio Remix

Pro & Creator

Voice Clone

Pro & Creator

Create Variations

Creator only

Edit Sections

Creator only

Stem Separation

Creator only

Lyrics

▶ Play this song to follow along.

[Intro]

[Spoken]

Lagu ini tercipta untuk-mu,

seuntai selamat di hari lahirmu,

dan sepucuk per-minta-an maaf dari jauhku.

Andi Hariani.

[Verse 1]

Di rantau jauh kupandang purnama,

teringat senyummu, kekasih hatiku.

Hari ini bertambah usiamu,

bertambah pula rindu di dadaku.

Tiada dendang yang dapat kunyanyikan,

selain doa yang kutitip padamu.

[Pre]

Di hilir rinduku, kau tersenyum menanti,

menyimpan resah di sebalik tenang matamu.

Kutahu panjangnya malam tanpa diriku,

namun kau tetap teduh bagai purnama.

[Hook]

Andai rindu dapat jadi perahu,

kan kulayari samudra menujumu.

Namun jarak masih menahanku,

hanya doa yang tiba di sisimu.

[Pre]

Maafkan aku, sayang,

di hari istimewamu ini.

Aku hanya mampu merangkai doa

dari jauh... untukmu.

[Chorus]

Selamat... ulang tahuun... istrikuu

Semoga, Allah, men-jaga-mu,

panjang usiamu,

sehat ragamu.

Sejauh apa pun kaki melangkah,

hatiku tak pernah pergi darimu.

Dalam sujud yang paling sunyi,

namamu yang pertama kuantar ke langit.

Kaulah arah segala pulangku.

[Guitar Solo]

[Verse 2]

Tiga putri kecil kita,

tiga pelita di rumah.

Mereka tumbuh dalam doamu,

mereka tegar oleh sabarmu.

Andi Hariani,

pelabuhan teduh rumah kita.

Tanpa kau minta,

kau beri seluruh dirimu.

Kelak mereka akan tahu

sedalam apa cintamu.

[Bridge]

Ya Allah, jagalah dia,

permataku di sana.

Beri dia hati yang kuat,

bahagia di dunia dan akhirat.

Dan bila kau dengar bisik doaku ini,

[Spoken]

Terima kasih, sayang.

[Final Chorus]

Selamat... ulang tahuun...

Istriku, bidadari hatiku,

panjang usia, sehat ragamu,

bahagia sepanjang hidupmu.

[Breakdown]

[Spoken]

Sayang... maafkan aku,

Maaf untuk ulang tahun yang kulewatkan,

dan untuk malam-malam

saat kau harus kuat sendirian.

Kalau anak-anak bertanya ayah di mana,

peluk mereka erat...

anggap itu pelukku.

[Outro]

Selamat ulang tahun, sayang...

Aku pulang... sebentar lagi.

[End]

Comments(0)

Sign in to join the conversation.

No comments yet. Be the first to comment!