
Malam yang Tak Kunjung Berlalu
PRO & Creator Features
Unlock advanced AI features with Pro (Audio2Audio, Voice Clone, Photo Covers, LoRA) or Creator (Variations, Edit Sections, Stem Separation).
Audio2Audio Remix
Pro & Creator
Voice Clone
Pro & Creator
Create Variations
Creator only
Edit Sections
Creator only
Stem Separation
Creator only
Lyrics
▶ Play this song to follow along.
[Intro]
[Spoken]
Lagu ini tercipta untuk-mu,
seuntai selamat di hari lahirmu,
dan sepucuk per-minta-an maaf dari jauhku.
Andi Hariani.
[Verse 1]
Di rantau jauh kupandang purnama,
teringat senyummu, kekasih hatiku.
Hari ini bertambah usiamu,
bertambah pula rindu di dadaku.
Tiada dendang yang dapat kunyanyikan,
selain doa yang kutitip padamu.
[Pre]
Di hilir rinduku, kau tersenyum menanti,
menyimpan resah di sebalik tenang matamu.
Kutahu panjangnya malam tanpa diriku,
namun kau tetap teduh bagai purnama.
[Hook]
Andai rindu dapat jadi perahu,
kan kulayari samudra menujumu.
Namun jarak masih menahanku,
hanya doa yang tiba di sisimu.
[Pre]
Maafkan aku, sayang,
di hari istimewamu ini.
Aku hanya mampu merangkai doa
dari jauh... untukmu.
[Chorus]
Selamat... ulang tahuun... istrikuu
Semoga, Allah, men-jaga-mu,
panjang usiamu,
sehat ragamu.
Sejauh apa pun kaki melangkah,
hatiku tak pernah pergi darimu.
Dalam sujud yang paling sunyi,
namamu yang pertama kuantar ke langit.
Kaulah arah segala pulangku.
[Guitar Solo]
[Verse 2]
Tiga putri kecil kita,
tiga pelita di rumah.
Mereka tumbuh dalam doamu,
mereka tegar oleh sabarmu.
Andi Hariani,
pelabuhan teduh rumah kita.
Tanpa kau minta,
kau beri seluruh dirimu.
Kelak mereka akan tahu
sedalam apa cintamu.
[Bridge]
Ya Allah, jagalah dia,
permataku di sana.
Beri dia hati yang kuat,
bahagia di dunia dan akhirat.
Dan bila kau dengar bisik doaku ini,
[Spoken]
Terima kasih, sayang.
[Final Chorus]
Selamat... ulang tahuun...
Istriku, bidadari hatiku,
panjang usia, sehat ragamu,
bahagia sepanjang hidupmu.
[Breakdown]
[Spoken]
Sayang... maafkan aku,
Maaf untuk ulang tahun yang kulewatkan,
dan untuk malam-malam
saat kau harus kuat sendirian.
Kalau anak-anak bertanya ayah di mana,
peluk mereka erat...
anggap itu pelukku.
[Outro]
Selamat ulang tahun, sayang...
Aku pulang... sebentar lagi.
[End]