
Ruang Maaf
PRO & Creator Features
Unlock advanced AI features with Pro (Audio2Audio, Voice Clone, Photo Covers, LoRA) or Creator (Variations, Edit Sections, Stem Separation).
Audio2Audio Remix
Pro & Creator
Voice Clone
Pro & Creator
Create Variations
Creator only
Edit Sections
Creator only
Stem Separation
Creator only
Lyrics
▶ Play this song to follow along.
Dulu kau bilang, kita hadapi bersama.
Kini sedikit salah, aku yang jadi terdakwa.
Aku terlambat, kau mulai kecewa.
Aku minta maaf, kau tetap terluka.
Aku mencoba bertahan, meski tak selalu sempurna.
Tapi semakin kujelaskan, semakin salah rasanya.
Aku menunggu kabarmu, di antara sunyi malam.
Bukan ingin memiliki waktu, hanya ingin diperhatikan.
Aku ingin merasa, masih penting di hatimu.
Bukan mencari kesalahan, aku hanya rindu dirimu.
Mungkin aku terlalu sibuk, membuktikan cintaku.
Mungkin kau terlalu lelah, menunggu perhatianku.
Kita sibuk bicara, tentang siapa yang salah.
Sampai lupa, cara mendengar.
Katamu aku selalu salah.
Kataku kau tak pernah paham.
Kita saling mempertahankan ego, sampai cinta kehilangan arah.
Bukan siapa yang paling salah.
Bukan siapa yang paling benar.
Kalau cinta masih kita jaga, mengapa harus saling terluka?
Selalu salah...
Selalu salah...
Atau kita, yang lupa mendengar?
Aku memilih diam, agar pertengkaran berhenti.
Tapi diamku ternyata, lebih melukaimu lagi.
Kau hanya ingin aku tinggal, dan mendengarkanmu.
Kini aku mengerti, yang kau cari bukan sempurna.
Aku pun pernah terlalu keras, menilai tanpa bertanya.
Mengira kau tak peduli, tanpa mencoba memahami.
Mungkin cinta bukan kurang, hanya kita yang terlambat sadar.
Aku bukan yang sempurna.
Kau juga bukan sempurna.
Kita hanya dua manusia, yang belajar mencinta.
Jangan pergi karena salah.
Jangan bertahan karena takut.
Mari bicara, tanpa saling menjatuhkan.
Mari mendengar, sebelum saling kehilangan.
Kini ku tahu, aku juga pernah salah.
Kini kau tahu, kau pun pernah terluka.
Bukan lagi tentang siapa yang benar.
Bukan lagi tentang siapa yang kalah.
Kita memilih saling memahami, dan menjaga cinta yang hampir hilang.
Tak perlu sempurna, untuk tetap dicintai.
Tak harus menang, untuk tetap bersama.
Cinta yang hampir kehilangan arah, masih bisa menemukan rumah.
Aku tak ingin lagi, mencari siapa yang salah.
Aku hanya ingin, kita tak saling kehilangan.
Karena ternyata...
Yang paling salah, bukan kau.
Bukan aku.
Tapi ego, yang membuat kita lupa, cara mencintai.
Kalau nanti kita berbeda...
Kita bicara.
Bukan saling menyalahkan.